Laman

Tampilkan postingan dengan label Circle Of Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Circle Of Love. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

THE CIRCLE OF LOVE

AWAL
Jalan mistik adalah perjalanan dari dualitas kembali ke  penyatuan, kembali ke kemanunggalan pra-keabadian yang tersembunyi di dalam hati. Bagi para sufi, perjalanan ini adalah hubungan cinta yang dimulai di tingkat jiwa, dibawa ke kesadaran melalui berkah Kekasih. Sufi adalah mereka yang mencintai-Nya semata-mata karena Dia dan mereka yang telah merasakan

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Kekosongan Dan Ego)

Pada tahun pertama di tarikat, kesadaaran ego dari pejalan menjadi semakin seimbang dan utuh. Berhadapan dengan sisi gelap kita, kita menemukan daya kita sendiri dan  dapat menggunakan daya ini untuk menguasai keinginan kita, untuk berperang dalam jihad akbar melawan diri bawah kita. Dengan mengalami kebebasan menguasai-diri sendiri,

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Fana)

Setiap tahap di luar diri kita, dapat menimbulkankecemasan dan ketakutan. Kita mengharapkan sesuatu yang nyata. Pengalaman pasti yang memberikan keyakinan yang kita perlukan, bila kita akan meninggalkan kualitas-kualitas yang telah membawa kita ke pendakian yang terjal. Tapi , tarikat jarang sekali memberikan kita apa yang diharapkan.

Minggu, 19 Oktober 2014

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Melupakan Kesalahan Kita)

Perlahan-lahan , fokus perjalanan kita bergeser dari perkerjaan batin memoles cermin hati kita kepada kesederhanaan untuk hidup sehari-hari dengan hati yang merupakan milik Tuhan. Tahun–tahun awal dari memoles, dibutuhkan untuk mengerti sifat hati yang sesungguhnya, untuk memadang bagaimana cermin itu dapat merefleskikan cahayaNya ke dunia.

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Pengingatan Akan Dirinya Sendiri)


Selama bertahun-tahun, kita telah mengidentifikasi tarikat melalui perjuangan dan kerja batin kita sendiri. Kerja ini membawa hasil, ganjaran berupa individualisasi dan merasakan keutuhan diri sendiri. Kita dapat mentransformasikan sebagian bayangan kita dan kemudian membuat hubungan dengan rekan batin kita, “dewa atu dewi” dimana kita pertama kali memproyeksikan

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Ukiran Dalam Hati)


Ada rahmat khusus yang diberikan bagi mereka yang mencari Dia. Memandang ke arahnNya, bahkan dalam kegelapan kebingungan dan keporak-porandaa kita, kita telah menarik cahayaNya. Cahaya ini adalah daya penyembuh yang menata kembali diri kita sesuai dengan ukiran Dia yang dibawa dalam diri. Ukiran ini distempelkan dalam hati kita dan diaktifkan oleh energi tarikat,

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Turun Menuju Kegelapan)


Tentu saja ada harga yang harus dibayar dari perjalanan menuju keutuhan ini. Salah satu paradoks dari tarikat adalah bahwa walaupun hal-hal spiritual itu diberikan sebagai hadiah, kita harus membayarnya dengan darah dan air mata untuk bisa menerimanya. Kita harus dicabik-cabik agar dapat dibuat utuh. Tahun pertama di tarikat, membawa pertentangan sekaligus pula

THE CIRCLE OF LOVE - (PUSAT YANG TAK TERLIHAT~ Lingkaran Ketuhanan)


Memasuki tarikat, kita masuk ke lingkaran keutuhan kita. Dalam beberapa tahun di tarikat, terjadi pemyembuhan , saat perbedaan dan aspek kontradiksi dari Diri yang menyatu, terangkum dalam lingkaran keutuhan kita. Kita diijinkan menjadi diri kitra sendiri dalam cara yang terdalam dan terlengkap. Keadaan penerimaan yang kuat ini, tidak dapat dibesar-besarakan karena

Sabtu, 18 Oktober 2014

THE CIRCLE OF LOVE - (KELUPAAN~ Kita Milik Dia, Dan Ia Memperlakukan Kita SeKehendak-Nya)

Dunia ini melemparkan kita ke dalam jurang kelupaan, dimana terlihat kita telah dilupakan oleh Tuhan. Dalam jurang ini, kita diuji; mereka yang ingat akan ingat sementara mereka yang lupa akan dilupakan. Al-Hakiim al-Tirmidzi menyampaikan cerita tentang ujian kelupaan ini di mana nasib manusia telah ditentukan.

THE CIRCLE OF LOVE - (KELUPAAN~ Daya Cinta Yang Tersembunyi)


Cinta adalah katalis rahasia pengingatan. Kalau kita cinta seseorang, kita berpikir tentangnya, kita mengingatnya. Seberapa kuat cinta kita untukNya yang merupakan cinta! Ini adalah misteri dari “cahaya di atas cahaya:” saat cahaya kesadaran kita mengarah ke hadapanNya, cahayaNya menjemput kita dan membantu membuka apa yang tersembunyi. Orang-orang penuh

Jumat, 17 Oktober 2014

THE CIRCLE OF LOVE - (KELUPAAN~Tempat Kelupaan)

Lagi-lagi,Ia memuat kita lupa. Kita begitu sibuk; kita melakukan banyak hal kecuali satu hal itu. Kebutuhan kita untu kmengingat Dia , terkubur dalam kehidupan sehari-hari, dalam aktifitas lahiriyah, dalam semua pre-okupasi dengan mana kita mennutup diri kita sendiri. Tapi, bagaimana kita lupa sesuatu yang lebih berharga dari hidup, bahwa kita adalah milikNya dan

THE CIRCLE OF LOVE - (KELUPAAN~Satu satunya Kualitas Yang Dibutuhkan)


Pengingatan adalah inti tarikat. Sebelum jiwa datang ke dunia, ia bersumpah untuk mengingatNya, untuk bersaksi bahwa Ia adalah Tuhan. Ini adalah perjanjian primordial kita dan tugas salik adalah untuk menghormati perjanjian ini. Tugas pengingatan ini adalah substansi dari perjalanan. Mengingat adalah pembangkit pada tujuan terdalam kita, kerja untuk menyaksikanNya dan duniaNya.

THE CIRCLE OF LOVE - (KELUPAAN~Misteri Dari Kelupaan)

Beberapa waktu yang lalu, aku duduk di lobi bandara udara menunggu boarding. Selama beberapa saat ,mataku terbuka, dan melihat bagaimana masing-masing diri penuh dengan kehadiranNya, tidak ada selain Dia, cahanyaNya, cintaNya dan kecantikanNya. Dalam beberapa saat yang sama, aku juga melihat bahwa orang-orang ini tidak mengetahuinya. Dalam pengalaman ini,

THE CIRCLE OF LOVE - (Langkah Nyata Dalam Tarikat)

Kita mendekati jurang dengan cara kita sendiri. Mungkin saja jurang ini terlihat tanpa konteks, hanya perasaan, sakit dan intens. Pengkhianatan dan pengabaian mungkin melemparkan kita ke dalam kemarahan demikian kuat, sehingga kita merasa akar keberadaan kita diserang dan dihantam oleh kekuatan tak dikenal. Jurang itu begitu menakutkan, sampai kita akan mencoba

THE CIRCLE OF LOVE - (Jurang Kelupaan)

Mereka yang menyerahkan diri mereka pada tarikat cnta akan dibawa ke jurang dimanadiri mereka yang lama harus ditinggalkan. Setiap identitas, setiap kepercayaan, bagaimanapun spiritualnya, adalah pembatas. Dalam kata-kata Bhai Sahib, “Engkau tidak bisa mencapai status yang tinggi bila melekat pada suatu kepercayaan.”

THE CIRCLE OF LOVE - (Kebingungan Dan Kesengsaraan)

Pemimpi ini mendaki gunung , semakin tinggi, dan tetap tidak melihat Musa. Bahkan, gunung menjadi berkabut dan sunyi. Mengharapkan bertemu pembimbing, kita malah menemukan ketidakyakinan sendiri. Mengharapkan kejelasan, kita malah jadi bingung. Jalan mistis bukanlah bagi mereka yang membutuhkan rasa akan arah yang jelas, tapi bagi mereka yang dapat

THE CIRCLE OF LOVE - (Kesabaran Dan Kegigihan)

Sementara kita memiliki kualitas individual yang menentukan cara unik tarikat membentuk kita kembali, ada juga kualitas-kualitas yang dapat menolong setiap salik. Saat pemimpi itu mendaki gunung, (simbol kenaikan spiritual), dia menyadari bahwa kegigihanlah ,bukan kepedihan, yang dibutuhkan dalam pendakian panjang dan sulit ini. Kegigihan dan ketahanan,

THE CIRCLE OF LOVE - (Kualitas Dan Sifat-Sifat)

Akhirnya, para pejalan dalam mimpi itu sadar bahwa Musa telah pergi terleibh dahulu, sudah ada di gunung. Maka ia bersama kelompoknya memutuskan untuk pergi ke gunung. Kelompok ini semakin berkurang anggotanya, hingga akhirnya hanya tujuh orang yang sampai di puncak gunung. Dalam “Konferensi Burung-Burung”, Attar juga menggambarkan jumlah burung yang

THE CIRCLE OF LOVE - (Perjalanan Menuju Jurang)

Dengan menghadapi bayangan membuka pintu ke kedalaman misterius dari diri kita, ke dimensi di luar batas sadar pemahaman kita. Tapi, tarikat akan membawa kita lebih jauh dan dalam lagi dan akan datang saatnya waktu kita menghadapi jurang dalam yang begitu menakutkan sehingga kedalaman pribadi kita seperti tempat bersembunyi yg aman. Mimpi berikut ini menceritakan

Kamis, 16 Oktober 2014

THE CIRCLE OF LOVE - (Jurang Pengabdian)

Tarikat, kata Rumi adalah “bukan jalan bagi orang yang mudah pecah seperti botol kaca. Jiwa yang diuji di sini dengan ancaman nyata. Apakah ancaman ini yang menunggu salik? Bagaimanakah kedalaman kesedihan yang membuat kita harus menghadapinya? Bisalah kita bersiap-siap atau apakah satu-satunya persiapan adalah keinginan kita untuk menghadapi apapun